Selamat Jalan Ayah (part 2)




dari goggle
Stop kalian bully keluarga kami, iya tau, bunuh diri itu dosa tapi semua udah terjadi, so jangan bebani kami dengan stanmen negatif dari kalian. Ayah pergi itu bukan kemauan kami tapi udah waktunya meskipun dengan cara begini. Maaf semua ini terjadi diluar pikiran kami.

Iya, ayah mengalami depresi mayor yang dimana vase depresi terus yang beliau rasakan. Beliau selalu diam jika ada masalah, diam dan diam meskipun bunda telah turun tanggan tapi beliau tetap aja memilih diam.

Ayah gak bisa marah dan nangis dan hidupnya flat gak ada ujung yang benar. Nah buat kalian yang alami depresi dini segera cerita sama orang terpercaya atau pergi ke profesional seperti psikolog dan psikiater. Jangan malu untuk minta tolong, depresi itu bukan aib tapi gejolak jiwa dan meminta tolong adalah hal yang baik.

Kalian stop memikir apapun tentang ayah dan biarkan kami tenang untuk hadapi ini. Jika kalian ingin melakukan hal konyol ini segera hubungi layanan ini.  nomor telepon (021 0696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com. Seandainya ingin hubungi aku juga boleh lewat inbox fb ofie humaira atau melalui DM instagram dengan nama ofie_humaiira, semoga bermanfaat. Aku hanya bisa menjadi pendengar setia jika yang berminat untuk cerita silakan hubungin aku ya. stop bunuh diri, salam sehat jiwa.

3 comments:

Sitatur Rohmah said...

Waduh, harus baca part 1 dulu nih supaya paham keseluruhan cerita. Tapi dari yang sedikit saya setuju kalau kesehatan mental perlu dijaga, karena sehatnya jiwa akan membawa sehatnya raga.

offie humaira said...

betul banget mbak.....

Ar Maradanu said...

wih menarik banget ini artikel, boleh berkunjung balik kak di armaradanu.blogspot.com

Post a Comment