Teruslah Menulis




Pagi teman-teman semua, apakabar nih? Semoga baik-baik saja dan menikmati hari senin dengan penuh suka cita. Aku happy dengan cara yang sederhana, so nikmati setiap arahan hati, dan jangan tentang sikap anak kecilnya.
Happy sederhana bisa menikmati chellen menulis 90 hari ngefiksi sama teman-teman mak Victoria. Sederhana bukan, dan hidup merasa lebih berarti. Iya saat ini lagi pengen konsentrasi untuk menulis, apa aja genrenya. Mulai dari novel, novelet, cerpen, cerbung dll, begitu juga dengan non fiksi. Antusiasku begitu mengebu-ngebu, terlahir sudah dari berpisahnya aku dengannya.
Cerita dikit tentang berpisah kami, iya ini classic banget bahwa dia dilarang orang tuanya untuk berhubungan denganku. Udah usia segitu masih dilarang tapi dia bilang ini ada karmanya untuk kemudian hari. Aduh percaya hal gituan dia, tapi mau apalagi coba, inilah hidup, dan nikmati ritmenya.
Aku hanya bisa menanggis, mengeluh jika beban itu belum berpindah dari jiwa ini. Alhasil aku kesalahan minum obat dan itu membuat jantung sedikit berdebar-debar. Kamu emang begitu Fie, sahut jiwa yang rapuh ini. Semua kamu jadikan sebuah alasan, tapi ini real lho, sahut fisik ke jiwa.
Semua telah terjadi, dan semua kan aku aplikasikan dengan rajin menulis dan rajin membaca, agar jiwa dan raga selalu menikmati semua sensasi yang ada. Nah makanya aku berani mengikuti chellen 90 hari menulis fiksi, doain ya, agar aku konsisten dengan ini semua. Makasih mak vic undah ijinkan anak kecil ikut games ini, semoga berlanjut terus ya mak... aamiin. Ada yang mau ikutan, ayok tinggalin jejaknya di komentar ya guys...



2 comments:

Fabil Herbal said...

Aduuh elo kereen Fie. Lanjutkan nulisnya yaa. Jodoh ga akan ke mana, tetap meminta kepada Allah yaa. Semoga diberikan yang terbaik. Aamiin

offie humaira said...

makasih suportnya....

Post a Comment