Selamat hari jum’at para sahabat
sekalian, bagaimana kondisinya pada hari ini?, semoga lancer-lancar aja, dan
selalu dalam lindungan Tuhan. Kali ini Aku ingin berbagi atas pertemuanku
dengan Om Zera yang natabennya seorang psikologku, gini ceritanya.
Pada tanggal 2 oktober kemarin
adalah jam konsulku, kalau saat konsul, biasanya kita sering berdiskusi tentang
masalah kejiwaanku. Beliau tau banget bahwa pasiennya yang satu ini hobby
dengan diskusi, dan alhamdullilahnya di acc oleh beliau. Senang donk punya om
yang paham gimana pasiennya.
Tibalah cerita kita pada 1 titik
yang membahas tentang bedanya psikiater dan psikolog, yang dimana kepalaku
terbuka, dan mereka punya porsi masing-masing. Awalnya begini, “Om, Fie kemaren
tes MMPI sama Dini di Om Rudi.” “ trus
gimana hasilnya?” “ sama aja seperti tahun lalu, gak ada yang berubah.”ohhh, ya
udah gak papa.” Itulah tanggapan psikologku atas hasil MMPI yang hasilnya sama.
Terlontar dari mulut beliau bahwa
MMPI adaloh disini. Ahhh, aku langsung kanget bahwa disini juga ada tes
demikian, trus kepala semakin berfikir bahwa hal seperti itu ada, dan terlontar
dari mulutku bahwa kenapa tes itu tidak dilakukan disini. Terbukalah semuanya
bahwa tes itu mencari dimana sakit kita dan diobati pakai obat apa.
Contoh pada Dini, Om Rudi jadi
paham bahwa dia membutuhkan mood stabilizer, dan saat aku dulu ternyata lebih
penting obat depresi. Iya, aku kaget naik dosisnya tinggi banget, tapi ini
kenyataanya, bahwa aku tipe bipolar tipe2. Makanya Om Zera gak mau bikin tes
demikian karena beliau liat aku dengan cara terapi yang beliau ajarkan padaku.
Itulah bedanya, dan beliau
mengasih contoh simple apa beda psikiater dan psikilog. Andaikan ofie didalam
bola raksasa, om rudi itu nambal bola bagian luar agar fi tetap bisa bertahan
didalamnya. Saya akan nambal dari dalam biar ofie tetap bisa stabil kayak
orang-orang lainnya. Jujur, waw banget penjelasannya, dan makin sayang sama
orang yang selalu support aku selama ini, termasuk Bu Dewi.
Makanya setiap orang yang terkena
masalah kejiwaan kadang hanya ke psikiater aja atau kesikilog aja atau
dua-duanya. Aku termasuk yang dua-duanya karena aku sangat butuh bantuan dari om
Zera untuk mengatasi borderline yang aku derita. Sekarang jelaskan apa fungsi
psikolog dan psikiater. Tetap semangat dan tetap yakin untuk sembuh. Salam sehat
jiwa, bye guys.
0 comments:
Post a Comment