Patah Hati


Hallo, aku rindu, sudah lima hari tak bercengkrama denganmu dear ... rasa kangen, rindu dan hampa menjadi satu kesatuan yang sama. Kali ini aku hadir kembali dengan sekian banyak cerita dalam jiwa.
Iya, aku lagi sedih banget, di putusin begitu saja dari dia yang aku sayang. Air mata seolah tidak dapat di bendung lagi, hanya bisa mengalir dalam lukanya jiwa. Ampun dah kalau masalah ini menjadi masalah bagiku, karena semua sikap akan ku lakukan, meskipun itu akan menyakiti diri sendiri.
Iya, aku sebagai penderita terkadang tidak bisa kontrol emosi dan bisa buat kondisi sendiri makin drop. Berfikiran matilah, bunuh diri atau menyakiti diri sendiri. Semua keluarga telah melarang perbuatan ini tapi aku Cuma diam dan no comen agar semua ini tetap bisa terlaksanakan.
Cinta itu buta, benar pribahasa ini bener lho, dan suasana itu sedang dialami. Ampun beribu bahasa jikalau rasa Cuma bisa membuat segalanya pasrah. Sikap menyayat badan/jedukin kepala ke tembok akan mudah ku lakukan karena hati sangat berkecamuk.
Maafkan aku diriku, maaf, Cuma kata ini yang bisa diucapkan dan rasa ini biar mengalir seperti air yang mengalir. Ijinkan aku untuk bangkit dalam keterpurukan jiwa. Belajar untuk mencintai hidup ini, dan saling memahami antara fisik dan psikis. Salam sehat jiwa

1 comments:

Yuliani Djaya said...

Semangaaat

Post a Comment