Buang Stigma Negatif terhadap ODGJ


Siang, gimana kondisinya, semoga moodnya stabil dan enjoy menjalaninya. Semangat kita pasti bisa, jangan mundur ke belakang tapi maju ya, seperti aku maju menuju cinta yang halal. Wkwkwkwkwk, kidding.
Kali ini gua ingin bahas tentang pemikiran negatif terhadap ODGJ. Banyak masyarakat di luaran sana mengira ODGJ itu gila. Gila yang dimana seperti orang-orang yang berkeliyaran di jalanan. Stop kalian berfikiran demikian, karena semua itu hanya pikiran wongdeso aja.
Orang gila dijalan itu adalah orang dengan gangguan psikotik, yang dimana mereka memiliki waham, ilusi, delusi dan halusinasi. Itulah yang namanya skizsofernia. Soo, mereka gak gila tapi mengkerutnya otak yang dia alami. Intinya ini penyakit medis yang dimana semua orang bisa mengalaminya.
Stop deh, kalian yang masih takut/mengolok-olokkan mereka yang terkena gangguan jiwa. Gua yakin kalian juga belum tentu terima kalau salah satu keluarga kalian mengalaminya. Gangguan jiwa sama aja dengan gangguan fisik yang dimana ada kerusakan di bagian otak. Sekarang kalian mulai paham bukan tentang ODGJ.
Stop stigma negatif tentang kami, dan yakinloah kami gak seburuk apa yang kalian bayangkan. Bantu kami untuk bangkit dan suport kami. Kami tak bisa menuntut, tapi mbo ya paham apa yang kami inginkan. Minimal kalian sadar bahwa kami sama seperti kalian. Sekali lagi tolong buang stigma negatif itu ya guys. U8dah dulu ya, kapan-kapan gua lanjutrin lagi, salam sehat jiwa.

Positif dan Negatif


Selamat siang semua, gimana kabarnya disiang yang begitu terik, huaaaaaa ... jadi gantuk, karena kampung tenggah udah diisi dengan makan siang yang telah disajikan nenek untuk gua. nikmat banget, soalnya dari tadi udah pengen makan aja, hihihi ... dasar ndut guanya. Kali ini gua ingin bahas tentang manja, nah gimana ceritanya , yuk disimak guys.
Gua punya teman, yang kemana-mana sendiri, dan beliau enjoy saja. Salut deh sama dia yang berani kemana saja sendiri tanpa ngeluh ke orang lain. Dia kuat dan mampu melawan rasa takutnya dengan sebuah keyakinan. Sampai saat ini dia bisa sendiri dan menjadi wanita mandiri seutuhnya.
Lain lagi dengan 1 teman gua, yang mau kemana-mana harus di temenin. Iihhh ... jujur gua malas jadinya sama beliau, bukan malas dengan dianya, tapi dengan tindakan manjanya. Semua orang harus dengerin apa yang dia mau, bodomat gimana orang akan menilainya, asal dia gak sendiri, dia suka ngeluh ke teman-temannya. Maaf gua capek dengernya dan rasa ingin pacaran tinggi, tapi suka pilih-pilih aduh maunya apa sih, nah itu contoh 2 orang yang positif dan negatif.
Boleh kita punya sikap negatif, gak ada yang larang kok, tapi mbo ya sadar diri juga donk. Buat kamu jangan terlalu manja, susah kamu kedepannya, dan belajarlah sebagai manusia mandiri. Loe bisa, dan gua yakin, inilah jalan yang harus dijalani. Maaf kalau loe jadi gua ceritakan disini, intinya gua mau lo berubah dengan cara bertahap, dan gua yakin loe bisa.


Kebank bareng Nenek


Malam semua, gimana kabarnya dimalam yang dingin ini. Ya iya lah dinggin disini karena kipas anggin tetap Gua hidupin, hahahaha ... semoga hari ini tetap enjoy ya, meskipun banyak rintanmgan yang kita alami.
Kali ini Gua hanya ingin menceritakan kisah hari ini yang Gua lalui, so juangan bosan ya. Kemaren malam nenek itu udah minta tolong ke gua untuk antarin ke bank. Ok, itu saut gua pada beliau. Pagi harinya beliau siap-siap berangkat jam 07:30 yang dimana gua baru bangun.
Buset dah, bank mana yang udah buka jam segitu. Jam kerjakan di mulai pukul 8 pagi, nah ini kerajinan/apa gitu. Gua hanya bisa ketawa dan manut. Gua gak berhak untuk menentang beliau, karena beliau telah sepuh. Akhirnya jam 8 kurang 15 gua berangkat menuju bank bareng beliau. Kebetulan di daerah gua 2 hari ini hujan pada pagi hari.
Udah kebayang kan gimana gua hadapin beliau dan mumet karena dia begitu cerewet, ampyun dah. Bener kata ibu kalau gak gitu, gak nenek namanya, so nikmati aja dan jalani, agap gua berbakti ke bunda dan membuat bunda tenang disana.
Jujur, gua harus banyak sabar untuk hadapin beliau karena semuanya harus sempurna. Iihhh ,,, ini semua yang bikin gua gak kuat untuk hidup lama, karena di keluarga harus memiliki topeng. Tolong lepaskan topeng gua, dan terima gua dengan apa adanya. Maaf gua bilang begini karena udah gak sanggup sok manis dalam keluarga. Udah ah, kali ini Cuma segitu yang gua rasain sedari pagi tadi. Buat semua tetap enjoy dan salam sehat jiwa.

Mengendalikan Hypersex


Selamat malam guys, gimana kondisi pada senin ceria dengan guyuran hujan sedari tadi. Iya, disini hujan dari pagi, sampai saat ini. Seolah matahari malas untuk bersinar dan hujan memonopoli cuaca di daerah Bukittinggi, SUMBAR.
Hujan berarti dingin, hmmm ... suasana ini sangat nikmat dilakukan oleh 2 pasangan halal yang baru menikah. Semua itu bagaikan surga dunia bagi mereka. Enak ya, bagi yang udah halal apapun boleh dan sangat menyedihkan bagi yang masih sendiri karna tidak bisa melakukan seperti mereka yang telah halal (positif ya).
Hujan mengigatkan kehangatan dan cinta yang ada dalam jiwa. Mohon maaf kalau bahasanya agak fulgar, kali ini gua hanya ingin bahas tentang hypersex bagi ODGJ. Jujur ya, gua juga susah melawan hal begituan, tapi karena obat gua tertolong dan bisa meluapkannya. Alhamdulillah obat membantu pikiran positif untuk bekerja dan membuang pemikiran negatif untuk bereaksi.
Obat emang bisa membantu, tapi jika kita lagi kehabiisan obat, apa yang akan dilakukan? Nah hal ini yang akan gua bahas pada cerita kali ini. Banyak dari teman-teman yang mengalihkannya dengan aktifitas, karena konsentrasi kearah sana akan berkurang dan mungkin hilang.
Yang kedua ada yang mengatakan solusinya tidur, karena tidur membuat kita tidak bisa apa-apa, dan ini juga sebuah solusi. Tidur membuat otak akan lebih refres dan pikiran negatif akan sirna begitu saja.
Tidur udah, cari kegiatan udah nah kali ini kita coba dengan puasa, kan puasa itu menahan hawa napsu dan semoga setan takut membisikan hal negatif ke pikiran kita. Trakhir solusinya menikah agar dapat teman halal sehidup semati, aamiin. Nah buat ODGJ jangan takut mengakui semuanya ke psikiater dan psikolog karna beliau bisa bantu kita untuk mengatasi hypersex ini. Nah udah dulu ye, gua mau ke suatu tempat dulu, gooed bye. Salam sehat jiwa.



Bisikan Jiwa

Hallo guys, udah terlalu lama gak muncul di blog ya, maaf agak sedikit sibuk dengan kerjaan yang itu-itu aja. Kali ini Gua hadir lagi di tahun baru dan semangat baru, semoga Tuhan Ridhoi ya, aamiin.
Kali ini Gua ingin bikin diary pribadi yang dimana semua rasa akan di ceritakan di blog ini dan dalam lebel diary ofie. Beneran harus di buat karena semua akan Gua jadikan terapi untuk diri ini. Tanpa Gua tuliis, sama dengan membunuh diri karena didalam tubuh mulai datang bom atom yang akan tiba-tiba meledak ( kayak teroris ya).
Beberapa hari ini pada banyak teman Gua yang berfikiran untuk mengakiri hidupnya, dan salah satu telah berhasil melaksanakannya, buat kamu tenang disana, kami disini tetap mendoakanmu. Jujur, Gua syok dengerinnya, tapi ini nyatanya. Harus d lalui, dan semua ini nyata adanya.  
Satu kata pun tidak ada yang terucap dari mulut Gua, tapi semua ada dibawah alam sadar yang dimana bom atom itu berada. Astagfirullah, ini apa?, dan kenapa terjadi dalam waktu dekat, maafkan jiwa ini yang masih labil menghadapi gejolak yang ada.
Stop, semua ini hanya bisikan yang gak jelas, hanya ingin menghantui dan merusak pikiran positif. Teman-teman tersayang, kita akan bersama dan akan dilalui dengan penuka suka dan duka cita, tenang Gua tetap sayang kal;i8an dengan cara yang baik, i love all, salam sehat Jiwa

Mengenal Borderline yuk guys!




Semua orang yang terkena gangguan jiwa itu pasti ada penyebabnya. Semua itu ada pemicu seperti cerita Rey yang akan ku bahas untuk saat ini. Ya, dia lelaki pintar, keren dan bersahabat dengan siapa pun. Aku saja nggak nyangka bahwa orang seperti beliau ternyata terkena Borderline Personality Disolder.

Ini bermula dari kegagalan yang menimpa beliau, yang di mana bandnya hancur dan ada masalah juga dengan lebel. Semua orang memiliki gangguan jiwa yang berbeda-beda, tapi Bagi Rey semua ini adalah kehancuran yang sangat dahsyat. Dia jatuh bangun untuk menjadikan dirinya kembali ke titik awal baginya. Syukurnya dia tetap bisa berjuang dan survive oleh gangguan ini.

Hal yang di timbulkan Rey sama dengan pengidap BPD lainnya, dan dia berusaha bangkit meskipun sifat suka ngamuk-ngamuk, introverts, gak mau keluar kamar berminggu-minggu. Semua itu menghantuinya, merusak hidupnya dank arena ini janggal dia berfikiran untuk konsultasi dengan ahlinya.

Jangan remehkan gangguan jiwa, sebab dia bisa tiba kesiapapun yang dikehendaki. Bagi orang lain masalah Rey bisa dikatakan masalah ringgan tapi bagi dia masalah ini telah komplit. Hati-hati guys untuk menfonis orang a. b. c dalam hidup, karena kita gak tau apa yang akan terjadi kedepannya.

Bordeline Personality Disorder


Hallo, selamat datang di blog kesayangan Ofie ini ya, udah pada tahukan Gua siapa, so nikmati karya-karya Gua yang berantakan ini.
Tepat tanggal 8 agustus 2018 lalu Gua di fonis Bordeline Personality disolder/BPD. Asli kaget, tapi ini kenyataanya, so dinikmati aja kali ya. Awalnya di cek Gua denga tes psikologi sebanyak 337 soal, banyak banget ya. Setelah itu Gua have fun sama Bu Dewi untuk creambath dan lain-lain.
Sorenya Gua kembali ke Om Rudi yang natabendnya psikiater gua sendiri. Gua masih aja menduga ini bipolar. Awalnya masih ketawa ketiwi aja tuh nunggu antrian yang cukup panjang, tapi sayang semua itu berubah, semenjak beliau mengatakan borderline. Asli syok, karena selama ini udah pernah cari-cari apa itu borderline.
Apa Gua borderline, apaaa … inikan penyakit lebih parah dari bipolar dan skizofernia karena penyakit ini menyangkut kepribadian ngambang. Asli syok dan menanggis atas vonis yang di berikan Dokter pada Gua. Penyesuaian baru lagi dong, dan rasa was-was untuk hal buruk harus di siapkan dari sekarang.
Ampun Gua syok dan rasa hal buruk akan terjadi pada diri sendiri di masa akan datang. Belum siap, tapi semua telah terjadi. Hari berganti, rasa marah ke doi masih saja sampai detik ini, saat gua mengetikkan cerita ini  buat kalian. Maaf bukan tidak bersyukur tapi syok dan belum terima.
Selamat datang borderline dan gua bisa jadikan elo sahabat terbaik dalam hidup ini. Ajarin gua untuk berbagi kasih sayang dan cinta untuk loe. Salam sehat jiwa. Tetap semangat untuk meraih kesembuhan.