Berhati Lembut


Selamat hari jum’at semua, gimana kabarnya, semoga baik-baik saja ya, aamiin.kali ini aku ingin berbagi atas keluh lesah yang ku alami selama ini.
Jujur, aku itu bukan anak baik seperti di harapkan oleh orang tua. Anak pelawan, tukang bohong dll. Bunda selalu urut dada ketika sikap begitu muncul, karenaku akan melawan sejadi-jadi. Ah sudahlah, semua itu sifat masa laluku yang dimana nyokap sebagai pelarian utama.
Setelah bunda tiada, aku mulai berfikir, apa akan begini saja hidup, dan semua masalah luapkan sama nenek. Inilah yang berat tapi apa boleh baut, aku begini adanya. Aku sayang keluarga, cintai mereka tapi kenapa emosi tetap terus memuncak dan egois aku kemukakan. Maafkan aku keluarga, ini cerita dimana aku ingin menjadi wanita baik hati untuk sesama.
Hari ini aku kembali disadarkan oleh teman dekat, bahwa jangan jadi orang sombong dan rendah hatilah untuk menghadapi semuanya. Nyes banget dihati kata-kata yang beliau ucapkan itu. Semoga kedepan aku bisa menjadi wanita berhati lembut.

Menanggulangi Hypersex Buat Borderline











Hay, apa kabar kalian semua, semoga baik-baik saja ya dan enjoy untuk jalani hidup ini, aamiin. Kondisiku di kamis siang ini penuh dengan rasa suka cita, karena dia menjumpaiku di dekat rumah, kebayang gimana bahagianya.
Kali ini Aku ingin bahas tentang hypersex bagi borderline, yang dimana Aku pribadi alami selama ini. Jujur, awal pertama ingat sex itu kelas 4 SD, yang bermula dengan meraba-raba bagian sensitif. Mulai kelas 5 SD aku mulai ngayal hal-hal yang berbau pornografi. Intinya aku udah hypersex yang telah menggila.
Tidak itu saja, banyak hal gila yang telah aku lakukan, tetapi keperawanan tetap dijaga untuk suami nantinya. Jujur malu banget jadi wanita hypersex, tapi mau gimana lagi, ini kenyataanya.
Sekarang mulai sadar kenapa jiwa masa kecil seperti itu, karena aku sendiri tidak bisa mengontrol napsu yang ada, dan alhamdulillahnya keperawanan masih ku jaga sampai sekarang. Berujung dengan vonis dokter bahwa aku terkena bordeline yang dimana kontrol tidak stabil.
Maafkan aku yang tidak bisa kontrol, tetapi saat ini udah, karna psikiater telah memberikan obat yang cocok untukku. Sekarang bisa kontrol dan menjaga cinta buat sang suami kelak, aamiin. Salam sehat jiwa.

Kebahagiaan


Hallo, apa kabar semua gimana kondisinya? Semoga baik-baik saja ya, dan semuanya berada di grafik stabil ya ... yang lagi depres dan mania semoga segera stabil.
Beberapa hari ini gua stabil, malah bisa dikatakan berada di vase happy. Iyalah happy, kan ada loe yang selalu hadir dalam hidup gua. iya dia kitya sebut saja si X, yang dimana dia mencintai gua dengan tulus, kate nye. Semua itu jadi bungga asmara dalam jiwa.
Jujur gua happy banget, dan semua pengen gua bagi dengan kalian, jangan keluh kesah aja yang di bagi, masa indah gak dibagi juga, harus dong. Semuanya ada rintangannya, tapi bukan membuat semua jadi mundur. Boleh pacaran tapi target tetap dikerjakan, dan tetap raih cita-cita itu.
Terima kasih dengan Mr.X, semoga kita bisa meraih cita-cita yang kita impikan selama ini. Gua ingin jadi penulis dan peduli dengan orang-orang yang terkena gangguan jiwa, semoga di ijabah ya Rabb. Lain dari loe, raihlah apapun selama masih di jalan yang bener.
Udah ah, Cuma mau ceritakan sedikit kebahagiaan, agar teman-teman juga ikut happy dengan apa yang aku buat. Salam sehat jiwa.

Gua Gak Bertopeng


Sang smua, mohon maaf selama 2 hari Gua tidak isi blog sama sekali, so kali ini balik lagi dengan harapan baru. Iya, bener dengan harapan baru, karena Gua paham realita yang ada dalam keluarga.
Ibu Dewi selalu nasehatin Gua untuk masukin nasehat itu ke kuping sebelah kanan dan keluarkan dari kuping sebelah kiri, agar jiwa ini bisa stabil lagi. Jujur capek kalau tiap hari di omelin meskipun omelan itu tidak selalu yang berat tapi terkadang masalah kecil juga di omelin. Tolong Gua menyerah dan alhamdulillahnya ada Bu Dewi sebagai pendengar setia,
Ibu Dewi gak pulang, membuat Gua makin drop, dan ternyata Gua kudu bertopeng terhadap mereka. Rasa berlapis-lapis topeng yang digunakan. Hidup bertopeng itu berat lho ya, so Gua kagak mampu, dan semua itu bikin sumuk saja.
Aaaaahhhhhh ... begitu toh dunia, dan orang senang banget bahwa ada kebohongan kecil yang dirahasiakannya.” Ibu, biarkan Aku seperti ini di depanmu, sebab aku tidak tahan dengan skenario hidup yang penuh dengan topeng. “maafkan aku bu atas semua yang telah aku lakukan padamu.”
Jujur Gua berat bikin tulisan ini, gilaaa, sampai nangis lho dan Gua akui bahwa Ibu adalah Bunda bagi Gua. ibu i love u. Bunda, i love u, alfatihah. Segini dulu ya, Gua mau rileks dulu. Salam sehat jiwa.

Terapi buat Boerderline


Hallo guys, gimana kabarnya?, semoga baik-baik saja, dan menikmati hari kamis dengan suka cita.Kalian happy, gua juga akan happy menjalani hari ini, saling suport ya guys, dan yakinkan yang lemah agar tetap harus bangkit. Kalian udah seperti sahabat bagi gua, so saling memberi cinta dan kasih sayang.
Kali ini Gua ingin bahas tentang terapi buat boerderline yang dimana gua di vonis borderline oleh psikiater tersayang, hihihi ... Gua sih tetap enjoy jalaninya, meskipun banyak rintangan yang dihadapi. Mager, malas,alasan, semua itu hadir jika Gua mau melakukan terapi yang di berikan psikolog. Jujur itu penting dan alhamdulillahnya beliau paham harus gimana untuk mendengarkan dan mengiyakan apa yang Gua inginkan, meskipun ntar di suruh lagi dengan terapi yang sama.
Tahapan pertama biasanya dimulai dengan terapi pernafasan, yang dimana pasien di suruh narik nafas panjang lewat hidung dan keluarkan melalui mulut. Terapi itu dilakukan berapa kali sampai kondisi kejiwaanya tenang. Ini baru awal dan terkadang Gua lupa untuk mengerjakannya.
Tahap kedua jika terapi pernafasan itu telah paham, biasa terapis mengasih terapi selanjutnya, yang dimana kita melakui terapi pernafasan dan memeluk balon. Gua paling suka terapi ini, karena merasa tidak sendiri dan ada benda yang dapat di peluk. Sayang beribu sayang Gua mager banget untuk melakukan terapi tersebut dan terapis merasa terapi itu gak efisien bagi gua.
Tahap ketiga, gua disarankan melakukan terapi menulis yang dimana gua kudu menulis perasaan yang ada di dalam notes yang ada. Asik tapi ngebosanin dan mager untuk nulis di notes yang ada. Intinya ini salah satu terapy buat gua agar bisa memiliki kontrol pada usia ini. Yalah, umur 28 tahun masak kontrolnya usia 5 tahun, soo itulah guna terapi bagi gua.
Terapi terakhir gua di tepping di bagian akupuntur dan disugesti hal positif agar gua bisa rileks, agar hal negatif terbuang gitu saja dan hal positif memonopoli jiwa. Sekian dulu cerita gua, makasih y guys, salam sehat jiwa

Buntu Menulis


Hay guys, gimana kabarnya di siang penuh berkah ini, semoga tetap semangat dan yakin bahwa hari ini bakalan sesuai target. Kita bisa guys, dan buang stigma negatif itu.
Jujur dalam waktu belakangan ini, Gua banyak bosannya dan malas karena mandek ide. Satupun gak ada yang bersahabat dengan otak ini, dan berujung malas dengan sekian banyak alasan untuk tidak menulis. Jujur sulit banget untuk Gua konsisten tapi ini harus di paksakan, agar semua cita-cita Gua terwujud.
Semalam puncaknya dateng, gak ada minat untuk menulis dan mulai pasrah bahwa ini hanya mimpi. Tau dah ah, intinya mulai jenuh untuk memulai menulis dan berakhir dengan curcol ke anak-anak KMO 15 semalam. Alhamdulillah mereka kasih saran yang baik dan menyemangati gua kembali untuk menulis. Makasih anak-anak mak, kalian jadi inspirasi mak untuk hari ini.
Buat teman-teman yang mengalami buntu menulis, ayo coba membaca lagi, travelling dan happy-happy yang kita buat dengan simple. Tetap semangat para pejuang penulis, semua pada punya keahlian sendiri dan kembangkan itu semua. Kita bisa dan kita harus yakin ini harus bisa.  

Apa Yang Sedang Kalian Rasakan?


Hallo semua, gimana kabarnya, semoga baik-baik saja, dan dapat menikmati hidup dengan apa adanya. Selalu tersenyum dan bagikan aura positif terhadap sesama.
Jujur kali ini Gua agak binggung mau nulis apa di blog kesayangan, dan berakhir dengan bentuk pertanyaan “Apa yang sedang kalian rasakan?”. Banyaklah teman-teman di grup suport bipolar yang jawab pertanyaan gua, alhamdulillah bisa jadi bahan hari ini. Salah satu teman jawab bahwa dirinya belakangan ini bahagia, dengan cara rajin olahraga, tidur cukup dan makan makanan yang sehat.
Happy donk dengar semua itu, eh tapi teman yang lain ada yang lagi capek. Lelah banget katanya dengan kegiatan hari ini. Gua sebagai teman bertanya donk, kenapa lelah, ternyata dia lagi di fase boring dengan aktifitas harian. Kasian ya guys, liat teman seperjuangan lagi merasakan fase yang berbeda, dan semoga Gua bisa bantu mereka dalam menyelesaikan semua ini.
Inilah jalan hidup, runyam dan terkadang itu membuat kita sangat jatuh. Tadikan Gua menceritakan perasaan teman, kali ini Gua ingin ceritakan masalah pribadi yang dimana hari ini hidup pernuh dengan gairah yang tinggi. Gairah yang dimana bahwa gua mulai bisa liat masa depan yang cerah. Tulisan gua ternyata ditunggu lho, dan psikolog mendukung impian ini menjadi nyata.
Guys, ini hanya kisah kami penyandang gangguan jiwa. Bahagia dan sedih itu jadi kesatuan dan membutuhkan kontrol yang ada. Nah bagi gua kontrol itu masih minim tetapi semua itu harus lebih baik dari hari sebelumnya. Semoga have fun guys, dan salam sehat jiwa.