Hentikan Bunuh Diri


Hallo guys, bagaimana kabarnya di hari-hari yang mendung ini di bukittinggi, kota kecil kelahiranku. Begitu indah rasanya bisa merasakan hujan yang begitu lebat, dan aroma tanah yang menyegat indah beraroma menenagkan. Kali ini aku ingin cerita tentang kisah galau seorang teman yang telah kehilangan sahabatnya.

Malam ini aku bersilewiran di media social khusunya Facebook. Ada seorang teman membuat status sangat bikin diri ini prihatin. Dia baru kehilangan sahabat, dengan cara tragis yaitu bunuh diri. Aku kanget membacanya, sampai sepelik apa yang dirasakannya, sampai hal itu terjadi. Jujur aku penasaran tapi rasanya aku tak etis bertanya demikian sama dia. Akhirnya Cuma seuntai doa yang bisa ku panjatkan agar almarhum tenang di sisiMu dan temanku bisa sabar hadapi ini semua.

Bunuh diri, kata-kata itu membuat aku makin takut dengan penyakit gangguan jiwa. Banyak hal yang bisa membuat orang terkena bunuh diri,  salah satunya depresi. Please bagi teman-teman yang memiliki teman, keluarga, sahabat dan orang terdekat terkena depresi jangan katakana dia kurang iman dan embel-embel yang lain. Dia lagi sakit dan butuh support dari kalian agar dia tidak melakukan tindakan mendekati bunuh diri atau lebih fatalnya dia melakukan bunuh diri, stop aku harap temannya temankulah orang terakhir yang melakukan itu.

Aku gak bisa berkata apa lagi, Cuma bisa urut dada dan mengasihani apa yang terjadi. Semua telah terjadi, ini hanya kenangan yang dia miliki dengan temanku, siapa kamu, tenang disana ya, ingat banyak orang yang peduli kamu, termasuk aku, meskipun kita belum pernah kenal.

Jngan Menvonis Diri Sendiri


Selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam buat teman-teman yang lagi baca blog ini, semoga dapat ilmu atau informasi bermanfaat, sebelumnya aku ucapkan terima kasih atas semua yang mampir ke blog sederhanaku.

Jaman sekarang informasi itu mudah di dapat, tapi belum tentu valid ya guys. Contohnya saja dengan informasi tentang gangguan jiwa. Banyak lho informasinya di goggle dan orang yang mencari informasi dari sana terkadang langsung menyatakan bahwa dia sakit dan berkoar-koar bahwa dia lagi sakit bipolar (ini contohnya). Hhhmmm kami yang sebatas pasien saja geram, dia piker jadi ODMK itu enak ya, salah guys, jujur kami tersiksa dan malu dengan vonis seperti ini.

Jangan sembarangan menvonis diri sendiri terkena gangguan jiwa, sebab ini semua bukan trend dan gaul jaman sekarang lho. Ini penyakit yang tidak bisa terlihat oleh mata telanjang, tapi lebih bisa terlihat dengan perasaan. Iya, aku tau kalian ingin dikasihani oleh orang lain dengan predikat bipolar dll tapi ingat orang Cuma sebentar simpati pada kamu, karena kerjaan orang lebih banyak manfaatnya untuk hal lain. Lama-lama orang jenuh liat kamu yang selalu mengeluh dengan apa yang dirasakan, so ini bukan mainan yang dimana kamu bisa menjadi sok sakit.

Buat kalian yang masih mau mengakui jadi gangguan jiwa , stop dari sekarang karena itu bukan lolucon tapi menjijikkan karena orang akan menvonis kamu gila. Gila, apa mau kamu divonis macam itu oleh orang lain, tidak bukan, so berhenti berbuat konyol dengan vonis mpok goggle. Salam sehat jiwa.

Jangan Mengeluh Ya! Ayo Semangat!


Selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam buat kalian yang membacanya dengan penuh suka cita. Kali ini Aku ingin bahas tentang jangan suka terlalu mengeluh atas sakit ini, syukuri dan jadikan semua ini jadi sahabat terbaik bagimu.

Banyak teman-temanku yang suka mengeluh (dulu awal-awal terkena bipolar juga caper kok), dan meminta perhatian lebih agar selalu setia untuk memperhatikannya. Di awal aku fine aja, tapi unjung-ujungnya jadi enek dan jenuh dan membuat dia sebagai sebelah mata bagiku. Maaf jangan tiru ya, mungkin mereka begitu karena gak dapat perhatian lebih dari keluarga.

Bersyukurlah kita yang masih ada dan peduli bahwa kita membutuhkan perhatian khusus, atau cargiver. Jangan pernah sungkan untuk cerita apa saja dengan cargiver, biar mereka paham bahwa kita membutuhkan apa dan bagaimana merealisasikannya. Aku punya Ibu Dewi yang sekarang jadi caregiver, dimana beliau selalu memberi perhatian lebih tapi sesuai dengan kondisiku.

Buat kalian yang gak punya caregiver bisa kok cerita di grup gangguan jiwa yang berseliweran d fb, wa, dll, tapi jangan lebay ya. Mau cari perhatian tapi bilang aku mau mati, aku capek idup dll yang membuat anggota lain ketrigger. Please stop kata-kata demikian, soalnya kasian yang lain, karena ini mereka down lagi. Tau kok bahwa semua ini berat tapi kudu di jalani bro, sis… bahwa ini proises yang ada.

Makasih buat semua yang selalu berjuang untuk sembuh, yakin ini proses yang akan dilakukan demi rasa stabil yang kita miliki. Aku sayang kalian, tetap semangat, salam sehat jiwa.

Beda Psikolog dan Psikiater


Selamat hari jum’at para sahabat sekalian, bagaimana kondisinya pada hari ini?, semoga lancer-lancar aja, dan selalu dalam lindungan Tuhan. Kali ini Aku ingin berbagi atas pertemuanku dengan Om Zera yang natabennya seorang psikologku, gini ceritanya.

Pada tanggal 2 oktober kemarin adalah jam konsulku, kalau saat konsul, biasanya kita sering berdiskusi tentang masalah kejiwaanku. Beliau tau banget bahwa pasiennya yang satu ini hobby dengan diskusi, dan alhamdullilahnya di acc oleh beliau. Senang donk punya om yang paham gimana pasiennya.

Tibalah cerita kita pada 1 titik yang membahas tentang bedanya psikiater dan psikolog, yang dimana kepalaku terbuka, dan mereka punya porsi masing-masing. Awalnya begini, “Om, Fie kemaren tes MMPI sama Dini di Om Rudi.” “  trus gimana hasilnya?” “ sama aja seperti tahun lalu, gak ada yang berubah.”ohhh, ya udah gak papa.” Itulah tanggapan psikologku atas hasil MMPI yang hasilnya sama.

Terlontar dari mulut beliau bahwa MMPI adaloh disini. Ahhh, aku langsung kanget bahwa disini juga ada tes demikian, trus kepala semakin berfikir bahwa hal seperti itu ada, dan terlontar dari mulutku bahwa kenapa tes itu tidak dilakukan disini. Terbukalah semuanya bahwa tes itu mencari dimana sakit kita dan diobati pakai obat apa.

Contoh pada Dini, Om Rudi jadi paham bahwa dia membutuhkan mood stabilizer, dan saat aku dulu ternyata lebih penting obat depresi. Iya, aku kaget naik dosisnya tinggi banget, tapi ini kenyataanya, bahwa aku tipe bipolar tipe2. Makanya Om Zera gak mau bikin tes demikian karena beliau liat aku dengan cara terapi yang beliau ajarkan padaku.

Itulah bedanya, dan beliau mengasih contoh simple apa beda psikiater dan psikilog. Andaikan ofie didalam bola raksasa, om rudi itu nambal bola bagian luar agar fi tetap bisa bertahan didalamnya. Saya akan nambal dari dalam biar ofie tetap bisa stabil kayak orang-orang lainnya. Jujur, waw banget penjelasannya, dan makin sayang sama orang yang selalu support aku selama ini, termasuk Bu Dewi.

Makanya setiap orang yang terkena masalah kejiwaan kadang hanya ke psikiater aja atau kesikilog aja atau dua-duanya. Aku termasuk yang dua-duanya karena aku sangat butuh bantuan dari om Zera untuk mengatasi borderline yang aku derita. Sekarang jelaskan apa fungsi psikolog dan psikiater. Tetap semangat dan tetap yakin untuk sembuh. Salam sehat jiwa, bye guys.

Menerimanya


Selamat pagi teman-teman, gimana kondisinya, semoga baik saja ya, dan tetap stabil.
Dalam beberapa hari ini aku moodnya rada swing, yang dimana tidak bisa dikontrol. Tiba-tiba bisa marah dan tiba-tiba bisa nangis begitu saja. Aku udah gak kuat hadapi ini, jujur rasanya ingin mati bunuh diri. Di rasa ini solusi yang baik, kan Cuma mengakiri hidup dan setelah itu good bye.
Tapi sang rasional tidak mau menerimanya, dia tau mana yang baik dan buruk, maka dari itu hati dan pikiran tidak bisa menyatu. Asli ini semakin menyiksa guys, apalagi kondisi begini dan aku hanya bisa nangis tanpa kata. Sakit, kata itu seolah menghujam jantungku plus menembak kepalaku.
Banyak teman-teman yang ajak aku untuk menerimanya, jangan tinggalkan masa kecil itu. Dia butuh kamu yang bisa menerimanya, dan berjuang bersama untuk pulih. Si kecil itu bagian dari hidupmu, so terima saja dan nikmati sensasinya. Aku akan belajar untuk menerimanya dan berjuang untuk stabil. Salam sehat jiwa.

Mensingkronkan Hati dan Pikiran



Siang guys, intro kali ini segini saja ya, jujur semua ini berat untuk aku jalani tapi ini hidup lho, so nikmati dan jalani aja.
Kali ini aku merasa tak berharga hidup, karena terlalu caper menghadapinya. Sedikit aja bisa langsung caper dan langsung buliran air mata keluar. Khususnya bisa nangis saat merindukan sosok bunda, sosok jadi bidadari kecilku. Sekarang semua telah berubah, bunda telah tiada, hati ini tidak punya tumpuan lagi dan sakit ini makin mengerogoti jiwa yang rapuh.
Bener kata teman yang berada di BPD bahwa aku harus bisa dengerin jiwa yang tersakiti itu. Iya, memang aku segaja untuk tidak mendengarkan bisikan hati itu, takut dia bablas dan menjadi trigger lagi. Ampunnnnnn jika ini semua akan menghalangi jiwa ini, jangan sampaiiii, dan aku segera pulih.
Aku disrankan untuk bisa berdiskusi dengan jiwa yang rapuh itu, jangan tolak dia saat waktunya tiba. Kasih waktu untuk dia bercerita dan sayangi dia seperti menyayangi raga ini. Oohhh Tuhan, aku lelah dengan semua ini, tolong hambaMu untuk lepas dari gangguan jiwa ini, dan biarkan aku idup dengan wajar seperti orang normal lainnya.
Disisi lain aku menyakinkan jiwa ini terlalu manja di raga yang penuh kisah, tapi sayang sedari kecil aku dididik untuk memanjakan rasa itu dan psikolog udah melarang terlalu mendengarkan rasa hati, dan gunakan logika dalam segala hal. Ya ampun mau gimana ini, rasa itu timbul dengan sendirinya dan berat beban untuk meninggalkannya.
Semoga terapi yang diberikan om zera dapat aku kombinasikan dengan perasaan yang jernih dan membantu kesembuhan yang ada, sekian dulu ya guys, moga bisa berbagi dengan sesama. Salam sehat jiwa.

Jangan Dendam Ya....


Selamat pagi Indonesia, gimana kondisinya setelah debat presiden kedua, semoga kita makin yakin untuk memilih siapa, so jangan ragu untuk memilih di tanggal 17 April 2019 kelak. Opsss, kok pergi ke politik ya, heheheee ... gak Cuma ingin beda aja menyapa di pagi hari nanti. Kalo politik biar urusan orang yang paham apa itu politik dll. Lanjut ya, kali ini Aku ingin bahas tentang dendam dengan gangguan kepribadian ambang.
Semalam teman-teman pada membahas dendam karna boerderline, tapi itu wajar saja menurutku. Kita bisa dendam karena ada sesuatu hal yang membuat hati terluka. Aku juga gitu dan parahnya dendam sama Bunda. Maaf Bun, bukan mengungkit masala lalu, tapi ingin berbagi pengalaman saja dengan teman-teman satu perjuangan.
Aku juga dendm sama Ayah alias kedua orang tua, karena mereka berpisah, yang membuat Aku jadi begini dan tidak full dapat kasih sayang dari kedua orang tua. Maafkan aku Bunda dan Ayah, karena tidak bisa menerima kenyataannya bahwa bunda dan ayah tak bisa untuk bersatu.
Kebayang dendam itu kan buat kita gimana, tapi jalani saja boro/sist, sebab semua ini murni dari hati kita yang sedang terluka. Semua itu butuh waktu untuk menyembuhkannya, ada orang yang cepat untuk memaafkannya dan ada orang yang lama untuk memaafkannya, seperti Aku, so jalani dan yakin rasa itu pelan-pelan akan terobati. Tetap semangat dan tetap yakin untuk kesembuhan. Salam sehat jiwa.