Bipolar tren, waw, kok bisa ya?
Bipolar itu bukan penyakit
sembarangan lo guys, malahan doi itu penyakit yang menyerupai Diabetes yang
dimana penderita harus konsumsi obat sampai tutup usia. Itu baru obat belum
tindakan-tindakan yang berbeda dengan orang normal lainnya. Ada kalanya seorang
terkena Bipolar mengalami mood swing, yang dimana penderita drop banget dan
bawaanya nangis mulu dan pikiran campur aduk seperti mau mengakiri hidup.
Selain mood swing / depresi adalagi kondisi manic atau terlalu antusias yang
dimana penderita merasa teropsesi abis dan terkadang itu diluar nalar.
Bipolar itu bukan sebuah kebanggaan
guys tapi ini sebuah penyakit jiwa yang dimana penderita tidak bisa mengontrol
emosinya dan sedikit disentil langsung baper, caper dan down. Susah lo hidup
dengan orang Bipolar ini, sebab dia suka menyendiri, gampang tersinggung,
terkadang anti social dan hal lainnya. Kalian nggak akan segampang itu mengajak
orang Bipolar untuk jalan, untuk aktivitas, atau kegiatan yang ingin kalian
lakukan, itu jika difase depresi lo ya.
Belum lagi jika sipenderita difase
manic, itu lain lagi guys, yang dima kalian belum tentu bisa nangkap apa keinginannya
sebab terlalu tinggi / mengkhayal. Mungkin diantara kalian akan bilang kamu
gila ya, aaahhh itu ketinggian, woi jangan mimpi disiang bolong. Semua itu
masih hal kecil lo guys, belum yang parah dan harus dibawa ke RSJ.
Banyak teman gua yang harus dirujuk
ke RSJ dan mungkin kelak gua, tapi kalau bisa jangan deh. Kami sakit, kami
gangguan jiwa dan semua itu bukan hal yang kami senangi tapi malah itu semua
aib bagi kami. Malu, jika emosi dan manic bersatu dan bisa marah didepan umum
tanpa peduli siapa yang melihat dan korban pun malu dengan sikap kami. Kalian
berfikir nggak saat itu terjadi bagaimana psikis korban dan penderita, kalau
gua langsung bingung mau bantu siapa, si penderita gak boleh disalahin dan
korban hanya sebagai korban, binggung kan, gua juga.
Begitulah ribetnya berteman dengan
orang gangguan jiwa, tetapi kalian harus bisa berempati sama mereka, sebab
mereka sangat bisa berempati terhadap kalian. Kalian sakit dia pasti merasakan
dan ingin bantu tetapi terkadang ada kendalanya yang nggak bisa dipecahkan.
Kalian sering geli / takut liat orang gilakan, kami nggak sebab kami sama tapi
tingkat keparahan aja yang berbeda. Pleaseee, kalian peduli ya, bukan seperti
kami yang ditinggalkan . dijauhi karna kami sangat butuh kalian.
Balik lagi ke Bipolar tren, mungkin
kalian Cuma mendiaknogsa sendiri karna kepoin goggle, hhhhmmmm jangan dong
sebab semua itu bahaya lo ya. Mendiagnogsa diri sendiri membuat pikiran kita
mengarah kehal yang kita diagnogsa, soo blom tentu kalian terkena Bipolar, bisa
jadi lebih parah atau lebih ringgan dari diagnose kalian, cepat aja ke
psikiater/psikolog utuk mencari kebenarannya. Semangat sehat fisik dan jiwa,
salam sehat jiwa.


0 comments:
Post a Comment