Pentingnya Obat



Malam semua, gimana kabarnya, semoga sehat jasmani dan rohani, aamiin ya Rabb,,,,, disini aku kembali ingin berbagi dengan kalian tentang perlunya obat bagi penderita gangguan jiwa. Seperlu apakah itu?dan bagaimana caranya kita mengetahui bahwa diri ini membutuhkan psikolog/psikiater.

Aku terkena bipolar semenjak setahun yang lalu, sebab aku stress akibat Bunda pergi dari kehidupanku, Bunda pergi disaat aku belum bisa apa-apa. Sedih, dan jiwa semakin terguncang karna nggak ada lagi tempat bertumpu dalam hidup. Ibu, nenek dan sodara yang lain mensuport aku untuk bangkit dan nggak boleh cegeng tentang hal ini.

Hidupku porak poranda dan setahun yang lalu aku disarankan teman-teman untuk periksa ke psikiater, aku lakukan dan Dokter menvonis aku depresi akut. Depresi dan harus konsumsi obat, dan sampe saat ini. 2 bulan setelah berobat dari kejadian itu baru aku di vonis Bipolar.

Lika liku ini aku jalani dari rutin minum obat sampai minum obatnya bolong-bolong sebab nggak ada biaya. Iya, aku nggak pake BPJS sebab prosesnya itu rumit banget dan bikin kesel yang ada. Ya udah beginilah kondisinya sekarang, jika ada uang aku selalu tebus obat, jika tidak beranikan diri tanpa obat.

Sebagian orang emang bisa tanpa obat, seperti aku tapi yang terkadang butuh, kalo kondisi labil atau mood swing. Berbeda dengan temanku yang sangat butuh obat dalam hidupnya. Kasian bangat beliau jika kumat dan tanpa obat ditanggannya.
Awalnya dia berfikir bisa lepas tanpa obat, dan kuat jalani hidup dengan normal tanpa bantuan obat, ternyata salah guys. Beliau hanya bertahan lima bulan tanpa obat dan setelah itu dia kumat. Kasihan banget sebab dia harus di rujuk kembali ke RSJ. Jujur pas mendengar itu aku merinding, kok bisa ya dia anfal lagi, sahut hati yang juga ikut terguncang.

Tiga bulan kami tanpa komunikasi dan dia kabur dari grup yang didalamnya orang-orang yang peduli dengan kami. Ketika dia kembali aku ikut bahagia, karna dia termasuk teman yang care terhadapku.

0 comments:

Post a Comment