Terapi buat Boerderline


Hallo guys, gimana kabarnya?, semoga baik-baik saja, dan menikmati hari kamis dengan suka cita.Kalian happy, gua juga akan happy menjalani hari ini, saling suport ya guys, dan yakinkan yang lemah agar tetap harus bangkit. Kalian udah seperti sahabat bagi gua, so saling memberi cinta dan kasih sayang.
Kali ini Gua ingin bahas tentang terapi buat boerderline yang dimana gua di vonis borderline oleh psikiater tersayang, hihihi ... Gua sih tetap enjoy jalaninya, meskipun banyak rintangan yang dihadapi. Mager, malas,alasan, semua itu hadir jika Gua mau melakukan terapi yang di berikan psikolog. Jujur itu penting dan alhamdulillahnya beliau paham harus gimana untuk mendengarkan dan mengiyakan apa yang Gua inginkan, meskipun ntar di suruh lagi dengan terapi yang sama.
Tahapan pertama biasanya dimulai dengan terapi pernafasan, yang dimana pasien di suruh narik nafas panjang lewat hidung dan keluarkan melalui mulut. Terapi itu dilakukan berapa kali sampai kondisi kejiwaanya tenang. Ini baru awal dan terkadang Gua lupa untuk mengerjakannya.
Tahap kedua jika terapi pernafasan itu telah paham, biasa terapis mengasih terapi selanjutnya, yang dimana kita melakui terapi pernafasan dan memeluk balon. Gua paling suka terapi ini, karena merasa tidak sendiri dan ada benda yang dapat di peluk. Sayang beribu sayang Gua mager banget untuk melakukan terapi tersebut dan terapis merasa terapi itu gak efisien bagi gua.
Tahap ketiga, gua disarankan melakukan terapi menulis yang dimana gua kudu menulis perasaan yang ada di dalam notes yang ada. Asik tapi ngebosanin dan mager untuk nulis di notes yang ada. Intinya ini salah satu terapy buat gua agar bisa memiliki kontrol pada usia ini. Yalah, umur 28 tahun masak kontrolnya usia 5 tahun, soo itulah guna terapi bagi gua.
Terapi terakhir gua di tepping di bagian akupuntur dan disugesti hal positif agar gua bisa rileks, agar hal negatif terbuang gitu saja dan hal positif memonopoli jiwa. Sekian dulu cerita gua, makasih y guys, salam sehat jiwa

Buntu Menulis


Hay guys, gimana kabarnya di siang penuh berkah ini, semoga tetap semangat dan yakin bahwa hari ini bakalan sesuai target. Kita bisa guys, dan buang stigma negatif itu.
Jujur dalam waktu belakangan ini, Gua banyak bosannya dan malas karena mandek ide. Satupun gak ada yang bersahabat dengan otak ini, dan berujung malas dengan sekian banyak alasan untuk tidak menulis. Jujur sulit banget untuk Gua konsisten tapi ini harus di paksakan, agar semua cita-cita Gua terwujud.
Semalam puncaknya dateng, gak ada minat untuk menulis dan mulai pasrah bahwa ini hanya mimpi. Tau dah ah, intinya mulai jenuh untuk memulai menulis dan berakhir dengan curcol ke anak-anak KMO 15 semalam. Alhamdulillah mereka kasih saran yang baik dan menyemangati gua kembali untuk menulis. Makasih anak-anak mak, kalian jadi inspirasi mak untuk hari ini.
Buat teman-teman yang mengalami buntu menulis, ayo coba membaca lagi, travelling dan happy-happy yang kita buat dengan simple. Tetap semangat para pejuang penulis, semua pada punya keahlian sendiri dan kembangkan itu semua. Kita bisa dan kita harus yakin ini harus bisa.  

Apa Yang Sedang Kalian Rasakan?


Hallo semua, gimana kabarnya, semoga baik-baik saja, dan dapat menikmati hidup dengan apa adanya. Selalu tersenyum dan bagikan aura positif terhadap sesama.
Jujur kali ini Gua agak binggung mau nulis apa di blog kesayangan, dan berakhir dengan bentuk pertanyaan “Apa yang sedang kalian rasakan?”. Banyaklah teman-teman di grup suport bipolar yang jawab pertanyaan gua, alhamdulillah bisa jadi bahan hari ini. Salah satu teman jawab bahwa dirinya belakangan ini bahagia, dengan cara rajin olahraga, tidur cukup dan makan makanan yang sehat.
Happy donk dengar semua itu, eh tapi teman yang lain ada yang lagi capek. Lelah banget katanya dengan kegiatan hari ini. Gua sebagai teman bertanya donk, kenapa lelah, ternyata dia lagi di fase boring dengan aktifitas harian. Kasian ya guys, liat teman seperjuangan lagi merasakan fase yang berbeda, dan semoga Gua bisa bantu mereka dalam menyelesaikan semua ini.
Inilah jalan hidup, runyam dan terkadang itu membuat kita sangat jatuh. Tadikan Gua menceritakan perasaan teman, kali ini Gua ingin ceritakan masalah pribadi yang dimana hari ini hidup pernuh dengan gairah yang tinggi. Gairah yang dimana bahwa gua mulai bisa liat masa depan yang cerah. Tulisan gua ternyata ditunggu lho, dan psikolog mendukung impian ini menjadi nyata.
Guys, ini hanya kisah kami penyandang gangguan jiwa. Bahagia dan sedih itu jadi kesatuan dan membutuhkan kontrol yang ada. Nah bagi gua kontrol itu masih minim tetapi semua itu harus lebih baik dari hari sebelumnya. Semoga have fun guys, dan salam sehat jiwa.

Harus Bertopeng




Hay semua, gimana kabarnya, mungkin udah pada tidur ya, ya iyalah pada tidur, Elo saja yang kalong dan menyibukkan diri dengan laptop kesayangan. Sekali-kali gak apa ya, kan mau produktif nulis juga di malam hari.
Guys, pernah gak sih kalian merasa hidup ini harus bertopeng, jika tidak semua akan kacau. Gua harus selalu bertopeng di depan keluarga, mereka seolah gak bisa terima keadaan Gua apa adanya. Sakit tahu, tapi inilah hidup, so jalani saja dan nikmati setiap fase yang ada.
Waktu ketakutan itu akan segera datang, salah satu anak nenek akan pulang kampung pada kamis besok. Gua sama beliau gak begitu dekat, malahan Gua sangat takut sama beliau, tapi mau gimana kan dia keluarga kami. Nikmati saja apa yang akan terjadi
Ibu udah kasih wejangan-wejangan agar Gua gak begitu takut, meskipun topeng kudu di pake. Semoga gua mampu dan bisa lalui semua ini dengan tenang. Minta doanya ya, semoga Gua stabil. Salam sehat jiwa.

Ibu, Gua Takut



Siang guys, gimana kabarnya di hari ini, semoga happy selalu dan bisa nikmati sajian yang gua suguhkan. Kali ini gua ingin bahas tentang kematian dan ketakutan yang berlebihan tentang itu.
Iya, gua takut banget ingat tentang kematian, karena jujur jiwa ini belum siap menerima bunda telah tiada. Biasanya gua marah-marah dengan Tuhan, kenapa bunda dipanggil lebih cepat dari pada gua. jahat bukan, dan yang lebih nyakitin lagi, kenapa penyakit gua timbul setelah bunda tiada.
Geram donk gua, kenapa begini endingnya. Semua tidak peduli mau  seperti apa gua menjalani hidup. Semua mau gua jadi perfek dan bertopeng di hadapan mereka. Jujur gua gak kuat, amarah, emosi, kebencian seolah mengintari kehidupan yang di jalani.
Akhirnya ada malaikat datang pada gua dengan wujud manusia. Iya beliau bu dewi istri dari om kandung gua. beliau udah gua anggap penganti bunda, sebab beliau yang bisa paham gua gimana maunya. Ibu ... jangan bosan untuk hadir dalam kehidupan Fie, ajari Fie untuk berbakti pada ibu dan pak rivol nantinya. Jujur Fie gak punya siapapun kecuali kalian.
Bu, agap Fie sama dengan yang lain ya, dan dukung untuk semangat menjalani hidup. Tolong bantu buang rasa ketakutan ini, karena kematian itu hidup yang hakiki. Buu ... maafkan Fie yang terkadang masih merengek padamu, dan semoga ibu tetap sayang fie seperti abg dan adek. I love u bu...
Sekian dulu curahan hati gua pada hari ini, semoga bisa bermanfaat bagi yang lain, meskipun in i hanya curhat semata. Salam sehat jiwa.

Berdamai Dengan Jiwa


Hallo apa kabar semua, maaf ya gua ngetiknya kemalaman, tapi tetap bisa nikmati tulisan ini ya .... kali ini Gua ingin bahas tentang menyakinkan diri bahwa semua ini baik-baik saja, soo enjoy ya guys.
Guys, pernahkah kalian merasa kesepian dan tidak ada satupun yang peduli, termasuk keluarga. Sakit, itu pasti seolah kita gak di anggap dan di campakkan begitu saja. Ahh ... tarik nafas panjang deh gua kalau ingat masa-masa itu, tapi ini nyatanya dan kudu dinikmati setiap fase yang ada.
Teman gua bilang gini lho, "Fie, loe itu bisa kok hadapin ini semua tanpa bantuan sekeliling asal loe terima penyakitnya apa dan nikmati setiap fase yang ada." “Gimana caranya bro?” “loe harus bisa ngomong dengan alam bawah alam sadar loe dan renungi semua itu dan tuntut kearah yang postif.”
Benar juga kata doi, dan gua coba aplikasikan ke diri sendiri. Awalnya emang susah tapi lambat laun semua ini akan terlihat nyaman. Loe bisa Fie, yakinlah semua ini butuh proses, dan kudu lakukan dengan niat untuk sembuh.
Akhirnya gua coba, seperti apa sih kalau kita bisa untuk bicara dengan diri sendiri dan jangan lawan apapun yang keluar darinya. Akhirnya bisa, dan gua yakin ini salah satu cara untuk berdamai dengan sakit yang kita alami. Yakinlah, ini awal dari sebuah kesembuhan. Salam sehat jiwa. Love u guys.


Waham Agama


Malam semua, gimana kondisinya semoga baik-baik saja ya, dan nikmati setiap episode yang ada. Hari ini Gua merasa nyaman dengan keadaan tapi alhamdulillah tetap produktif meskipun Cuma buat outline. Happy, enjoy itu terpenting untuk kesehatan jiwa.
Kali ini Gua ingin angkat tentang waham agama, yang dimana orang yang terkena waham tersebut akan lebih dekat dengan Tuhan tapi tidak relefan dengan kehidupan real. Buat teman-teman yang juga terkena gangguan jiwa jangan ikutan ya terkena waham dan sebagian besar itu tidak mempercayai dokter.
Gangguan jiwa ini adalah penyakit medis yang menyerang saraf di otak. Contoh, bipolar itu menyerang otak dengan cara tidak seimbangnya dopamin di dalamnya. Mau bilang juga bahwa gangguan jiwa itu karena kurang iman, kurang bersyukur dll. Stop perkataan kalian tentang itu semua, karena kalian sama menyakiti hati kami tanpa sadar.
Di dunia ini gak ada yang mau terkena penyakit apapun juga, tapi ini udah kehendak Tuhan, so nikmati aja dan jalani dengan iklas. Jika kalian memiliki teman waham agama, lebih baik segera ajak ke psikiater dan psikolog, takut penyakitnya makin parah dan bisa merusak orang lain dengan wahamnya itu.
Apapun wahamnya, apapun kondisinya semoga kita cepat sehat dan memiliki umur panjang untuk hidup dan mengapai cita-cita. Sakit jangan jadikan sebuah alasan, dan yakinlah hidup kita akan lebih berharga kedepannya. Yakin kita bisa sehat dan yakin Tuhan akan bantu kita untuk menjalani hidup ini.