Ibu, Gua Takut



Siang guys, gimana kabarnya di hari ini, semoga happy selalu dan bisa nikmati sajian yang gua suguhkan. Kali ini gua ingin bahas tentang kematian dan ketakutan yang berlebihan tentang itu.
Iya, gua takut banget ingat tentang kematian, karena jujur jiwa ini belum siap menerima bunda telah tiada. Biasanya gua marah-marah dengan Tuhan, kenapa bunda dipanggil lebih cepat dari pada gua. jahat bukan, dan yang lebih nyakitin lagi, kenapa penyakit gua timbul setelah bunda tiada.
Geram donk gua, kenapa begini endingnya. Semua tidak peduli mau  seperti apa gua menjalani hidup. Semua mau gua jadi perfek dan bertopeng di hadapan mereka. Jujur gua gak kuat, amarah, emosi, kebencian seolah mengintari kehidupan yang di jalani.
Akhirnya ada malaikat datang pada gua dengan wujud manusia. Iya beliau bu dewi istri dari om kandung gua. beliau udah gua anggap penganti bunda, sebab beliau yang bisa paham gua gimana maunya. Ibu ... jangan bosan untuk hadir dalam kehidupan Fie, ajari Fie untuk berbakti pada ibu dan pak rivol nantinya. Jujur Fie gak punya siapapun kecuali kalian.
Bu, agap Fie sama dengan yang lain ya, dan dukung untuk semangat menjalani hidup. Tolong bantu buang rasa ketakutan ini, karena kematian itu hidup yang hakiki. Buu ... maafkan Fie yang terkadang masih merengek padamu, dan semoga ibu tetap sayang fie seperti abg dan adek. I love u bu...
Sekian dulu curahan hati gua pada hari ini, semoga bisa bermanfaat bagi yang lain, meskipun in i hanya curhat semata. Salam sehat jiwa.

0 comments:

Post a Comment