Kebahagiaan


Hallo, apa kabar semua gimana kondisinya? Semoga baik-baik saja ya, dan semuanya berada di grafik stabil ya ... yang lagi depres dan mania semoga segera stabil.
Beberapa hari ini gua stabil, malah bisa dikatakan berada di vase happy. Iyalah happy, kan ada loe yang selalu hadir dalam hidup gua. iya dia kitya sebut saja si X, yang dimana dia mencintai gua dengan tulus, kate nye. Semua itu jadi bungga asmara dalam jiwa.
Jujur gua happy banget, dan semua pengen gua bagi dengan kalian, jangan keluh kesah aja yang di bagi, masa indah gak dibagi juga, harus dong. Semuanya ada rintangannya, tapi bukan membuat semua jadi mundur. Boleh pacaran tapi target tetap dikerjakan, dan tetap raih cita-cita itu.
Terima kasih dengan Mr.X, semoga kita bisa meraih cita-cita yang kita impikan selama ini. Gua ingin jadi penulis dan peduli dengan orang-orang yang terkena gangguan jiwa, semoga di ijabah ya Rabb. Lain dari loe, raihlah apapun selama masih di jalan yang bener.
Udah ah, Cuma mau ceritakan sedikit kebahagiaan, agar teman-teman juga ikut happy dengan apa yang aku buat. Salam sehat jiwa.

Gua Gak Bertopeng


Sang smua, mohon maaf selama 2 hari Gua tidak isi blog sama sekali, so kali ini balik lagi dengan harapan baru. Iya, bener dengan harapan baru, karena Gua paham realita yang ada dalam keluarga.
Ibu Dewi selalu nasehatin Gua untuk masukin nasehat itu ke kuping sebelah kanan dan keluarkan dari kuping sebelah kiri, agar jiwa ini bisa stabil lagi. Jujur capek kalau tiap hari di omelin meskipun omelan itu tidak selalu yang berat tapi terkadang masalah kecil juga di omelin. Tolong Gua menyerah dan alhamdulillahnya ada Bu Dewi sebagai pendengar setia,
Ibu Dewi gak pulang, membuat Gua makin drop, dan ternyata Gua kudu bertopeng terhadap mereka. Rasa berlapis-lapis topeng yang digunakan. Hidup bertopeng itu berat lho ya, so Gua kagak mampu, dan semua itu bikin sumuk saja.
Aaaaahhhhhh ... begitu toh dunia, dan orang senang banget bahwa ada kebohongan kecil yang dirahasiakannya.” Ibu, biarkan Aku seperti ini di depanmu, sebab aku tidak tahan dengan skenario hidup yang penuh dengan topeng. “maafkan aku bu atas semua yang telah aku lakukan padamu.”
Jujur Gua berat bikin tulisan ini, gilaaa, sampai nangis lho dan Gua akui bahwa Ibu adalah Bunda bagi Gua. ibu i love u. Bunda, i love u, alfatihah. Segini dulu ya, Gua mau rileks dulu. Salam sehat jiwa.

Terapi buat Boerderline


Hallo guys, gimana kabarnya?, semoga baik-baik saja, dan menikmati hari kamis dengan suka cita.Kalian happy, gua juga akan happy menjalani hari ini, saling suport ya guys, dan yakinkan yang lemah agar tetap harus bangkit. Kalian udah seperti sahabat bagi gua, so saling memberi cinta dan kasih sayang.
Kali ini Gua ingin bahas tentang terapi buat boerderline yang dimana gua di vonis borderline oleh psikiater tersayang, hihihi ... Gua sih tetap enjoy jalaninya, meskipun banyak rintangan yang dihadapi. Mager, malas,alasan, semua itu hadir jika Gua mau melakukan terapi yang di berikan psikolog. Jujur itu penting dan alhamdulillahnya beliau paham harus gimana untuk mendengarkan dan mengiyakan apa yang Gua inginkan, meskipun ntar di suruh lagi dengan terapi yang sama.
Tahapan pertama biasanya dimulai dengan terapi pernafasan, yang dimana pasien di suruh narik nafas panjang lewat hidung dan keluarkan melalui mulut. Terapi itu dilakukan berapa kali sampai kondisi kejiwaanya tenang. Ini baru awal dan terkadang Gua lupa untuk mengerjakannya.
Tahap kedua jika terapi pernafasan itu telah paham, biasa terapis mengasih terapi selanjutnya, yang dimana kita melakui terapi pernafasan dan memeluk balon. Gua paling suka terapi ini, karena merasa tidak sendiri dan ada benda yang dapat di peluk. Sayang beribu sayang Gua mager banget untuk melakukan terapi tersebut dan terapis merasa terapi itu gak efisien bagi gua.
Tahap ketiga, gua disarankan melakukan terapi menulis yang dimana gua kudu menulis perasaan yang ada di dalam notes yang ada. Asik tapi ngebosanin dan mager untuk nulis di notes yang ada. Intinya ini salah satu terapy buat gua agar bisa memiliki kontrol pada usia ini. Yalah, umur 28 tahun masak kontrolnya usia 5 tahun, soo itulah guna terapi bagi gua.
Terapi terakhir gua di tepping di bagian akupuntur dan disugesti hal positif agar gua bisa rileks, agar hal negatif terbuang gitu saja dan hal positif memonopoli jiwa. Sekian dulu cerita gua, makasih y guys, salam sehat jiwa

Buntu Menulis


Hay guys, gimana kabarnya di siang penuh berkah ini, semoga tetap semangat dan yakin bahwa hari ini bakalan sesuai target. Kita bisa guys, dan buang stigma negatif itu.
Jujur dalam waktu belakangan ini, Gua banyak bosannya dan malas karena mandek ide. Satupun gak ada yang bersahabat dengan otak ini, dan berujung malas dengan sekian banyak alasan untuk tidak menulis. Jujur sulit banget untuk Gua konsisten tapi ini harus di paksakan, agar semua cita-cita Gua terwujud.
Semalam puncaknya dateng, gak ada minat untuk menulis dan mulai pasrah bahwa ini hanya mimpi. Tau dah ah, intinya mulai jenuh untuk memulai menulis dan berakhir dengan curcol ke anak-anak KMO 15 semalam. Alhamdulillah mereka kasih saran yang baik dan menyemangati gua kembali untuk menulis. Makasih anak-anak mak, kalian jadi inspirasi mak untuk hari ini.
Buat teman-teman yang mengalami buntu menulis, ayo coba membaca lagi, travelling dan happy-happy yang kita buat dengan simple. Tetap semangat para pejuang penulis, semua pada punya keahlian sendiri dan kembangkan itu semua. Kita bisa dan kita harus yakin ini harus bisa.  

Apa Yang Sedang Kalian Rasakan?


Hallo semua, gimana kabarnya, semoga baik-baik saja, dan dapat menikmati hidup dengan apa adanya. Selalu tersenyum dan bagikan aura positif terhadap sesama.
Jujur kali ini Gua agak binggung mau nulis apa di blog kesayangan, dan berakhir dengan bentuk pertanyaan “Apa yang sedang kalian rasakan?”. Banyaklah teman-teman di grup suport bipolar yang jawab pertanyaan gua, alhamdulillah bisa jadi bahan hari ini. Salah satu teman jawab bahwa dirinya belakangan ini bahagia, dengan cara rajin olahraga, tidur cukup dan makan makanan yang sehat.
Happy donk dengar semua itu, eh tapi teman yang lain ada yang lagi capek. Lelah banget katanya dengan kegiatan hari ini. Gua sebagai teman bertanya donk, kenapa lelah, ternyata dia lagi di fase boring dengan aktifitas harian. Kasian ya guys, liat teman seperjuangan lagi merasakan fase yang berbeda, dan semoga Gua bisa bantu mereka dalam menyelesaikan semua ini.
Inilah jalan hidup, runyam dan terkadang itu membuat kita sangat jatuh. Tadikan Gua menceritakan perasaan teman, kali ini Gua ingin ceritakan masalah pribadi yang dimana hari ini hidup pernuh dengan gairah yang tinggi. Gairah yang dimana bahwa gua mulai bisa liat masa depan yang cerah. Tulisan gua ternyata ditunggu lho, dan psikolog mendukung impian ini menjadi nyata.
Guys, ini hanya kisah kami penyandang gangguan jiwa. Bahagia dan sedih itu jadi kesatuan dan membutuhkan kontrol yang ada. Nah bagi gua kontrol itu masih minim tetapi semua itu harus lebih baik dari hari sebelumnya. Semoga have fun guys, dan salam sehat jiwa.

Harus Bertopeng




Hay semua, gimana kabarnya, mungkin udah pada tidur ya, ya iyalah pada tidur, Elo saja yang kalong dan menyibukkan diri dengan laptop kesayangan. Sekali-kali gak apa ya, kan mau produktif nulis juga di malam hari.
Guys, pernah gak sih kalian merasa hidup ini harus bertopeng, jika tidak semua akan kacau. Gua harus selalu bertopeng di depan keluarga, mereka seolah gak bisa terima keadaan Gua apa adanya. Sakit tahu, tapi inilah hidup, so jalani saja dan nikmati setiap fase yang ada.
Waktu ketakutan itu akan segera datang, salah satu anak nenek akan pulang kampung pada kamis besok. Gua sama beliau gak begitu dekat, malahan Gua sangat takut sama beliau, tapi mau gimana kan dia keluarga kami. Nikmati saja apa yang akan terjadi
Ibu udah kasih wejangan-wejangan agar Gua gak begitu takut, meskipun topeng kudu di pake. Semoga gua mampu dan bisa lalui semua ini dengan tenang. Minta doanya ya, semoga Gua stabil. Salam sehat jiwa.

Ibu, Gua Takut



Siang guys, gimana kabarnya di hari ini, semoga happy selalu dan bisa nikmati sajian yang gua suguhkan. Kali ini gua ingin bahas tentang kematian dan ketakutan yang berlebihan tentang itu.
Iya, gua takut banget ingat tentang kematian, karena jujur jiwa ini belum siap menerima bunda telah tiada. Biasanya gua marah-marah dengan Tuhan, kenapa bunda dipanggil lebih cepat dari pada gua. jahat bukan, dan yang lebih nyakitin lagi, kenapa penyakit gua timbul setelah bunda tiada.
Geram donk gua, kenapa begini endingnya. Semua tidak peduli mau  seperti apa gua menjalani hidup. Semua mau gua jadi perfek dan bertopeng di hadapan mereka. Jujur gua gak kuat, amarah, emosi, kebencian seolah mengintari kehidupan yang di jalani.
Akhirnya ada malaikat datang pada gua dengan wujud manusia. Iya beliau bu dewi istri dari om kandung gua. beliau udah gua anggap penganti bunda, sebab beliau yang bisa paham gua gimana maunya. Ibu ... jangan bosan untuk hadir dalam kehidupan Fie, ajari Fie untuk berbakti pada ibu dan pak rivol nantinya. Jujur Fie gak punya siapapun kecuali kalian.
Bu, agap Fie sama dengan yang lain ya, dan dukung untuk semangat menjalani hidup. Tolong bantu buang rasa ketakutan ini, karena kematian itu hidup yang hakiki. Buu ... maafkan Fie yang terkadang masih merengek padamu, dan semoga ibu tetap sayang fie seperti abg dan adek. I love u bu...
Sekian dulu curahan hati gua pada hari ini, semoga bisa bermanfaat bagi yang lain, meskipun in i hanya curhat semata. Salam sehat jiwa.